Bincang Santai dalam Bingkai Literasi, Bersama Gol A Gong

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Bincang Santai dalam Bingkai Literasi, Bersama Gol A Gong

Banyuwangi – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Banyuwangi hadir dalam acara Bincang Santai literasi bersama Duta Baca Indonesia, Gol A Gong di Rojo Cafe pada Senin malam (7 Januari 2022)

Pertemuan ini awalnya adalah sebagai sambutan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan atas kedatangan Duta Baca Indonesia, Gol A Gong dan Tim Iqra Semesta di Kabupaten Banyuwangi, namun malam ini bertepatan dengan momen bincang santai literasi yang dihadiri beberapa budayawan, penulis dan para pegiat literasi. Dengan didampingi Yusron Aminulloh sebagai Tokoh Literasi Nasional, kedatangan Gol A Gong di Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu langkah  perjuangannya dalam dunia literasi. Esok hari, Ia bersama tim akan memberikan wawasan serta motivasi bagi masyarakat Banyuwangi dalam kampanye literasi yang dikemas dalam kegiatan Roadshow Safari Literasi Duta Baca Indonesia Tahun 2022 – Narasi Mozaik Banyuwangi dengan tema “Pelatihan menulis Gratis ber-ISBN”.

Hendri Hendrayana Harris atau lebih dikenal dengan Gol A Gong merupakan seorang penulis dan sastrawan, Ia pendiri Rumah Dunia yang ada di Serang-Banten. Rumah Dunia merupakan gelanggang remaja yang ada dibelakang rumahnya. Tempat tersebut adalah impiannya sejak remaja untuk memiliki sebuah wadah bagi siapapun khususnya remaja untuk  peduli literasi. Dalam kiprahnya, Ia pernah menjabat sebagai Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) pada periode 2015-2020. Karya-karyanya telah banyak di muat di media dan telah diterbitkan dalam bentuk buku.

Gol A Gong mengawali dialog malam ini dengan membawakan sebuah puisi karyanya yang terangkum pada kumpulan puisi air mata kopi. Gong begitu orang memanggilnya, menceritakan awal perjalannya dalam dunia literasi hingga akhirnya dinobatkan sebagai Duta Baca Indonesia Periode 2020-2025. Setelah sebelumnya nama Najwa Shihab digandeng oleh Perpustakaan Nasional RI sebagai Duta Baca Indonesia, kini Gol A Gong dipercaya mampu meneruskan dalam memberikan suntikan semangat dan motivasi bagi masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menghadapi tantangan literasi di masa depan. Duta Baca memang dipilih bagi Ia yang mau untuk turun langsung ke daerah-daerah terpencil. Karena sebagai Duta Baca dituntut mampu kapanpun dan dimanapun memberi pengaruh literasi bagi sekitarnya.

Yusron sebagai Tokoh Literasi Nasional menambahkan bahwa berjuang dalam dunia literasi itu harus berangkat dari sebuah ketulusan. Tulus untuk mengantarkan anak-anak Indonesia mengahadapi segala tantangan masa depan. Bahwa dalam menghadapi tantangan saat ini masyarakat dituntut mampu membuat sebuah karya, dengan menulis misalnya. Dengan menulis bisa mendatangkan penghargaan secara materiil bagi dirinya sendiri. Hal ini dikisahkan dari seorang tukang becak yang berasal dari Jogja dan tinggal di Surabaya. Si tukang becak telah menghasilkan banyak tulisan, namun tak pernah dimuat oleh media. Suatu ketika Yusron menemuinya, ternyata karya Si tukang becak ini berupa cerpen dengan 40 halaman. Karena sangat tidak mungkin bila media sanggup memuat tulisan sebanyak itu. Akhirnya Yusron membantu merangkum tulisan Si tukang becak hingga menjadi 10 halaman. Sebuah media telah memuatnya, si tukang becak menjadi kontributor langganan dan bahkan menjadi penulis terkenal  dan  terbaik versi Kompas. Dari kisah tersebut, Yusron berharap untuk kegiatan esok bisa menghasilkan sebuah buku dari tulisan para peserta.

Tak luput dari itu, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan pun turut memberikan sebuah pernyataan bahwa dalam menghadapi tantangan literasi di masa depan, membaca masih menjadi kunci utama bagi kita. Karena secanggih apapun teknologi dan secepat apapun persebaran informasi, tidak akan terserap informasinya jika kita tidak bisa menjadi pembaca yang baik. Proses menyerap informasi itu tidak otomatis seperti sistem melainkan akan tetap manual sampai kapanpun.

Ada pula curhatan seorang pegiat literasi dari Rumah Baca ikan Muncar yang fokus pada masyarakat nelayan. Ia menyampaikan keluh kesah keterbatasan bahan bacaan. Padahal baginya minat baca anak-anak disekitarnya butuh didukung dengan fasilitas yang cukup. Dari sinilah akhirnya Gol A Gong memberikan bantuan paket buku untuk anak-anak Rumah Baca Ikan.

Dalam bincang panjang malam ini, banyak hal yang dikupas dalam kaitan literasi. Semua sepakat bahwa dalam menghadapi tantangan literasi adalah dengan membaca. Namun akses fasilitasi bahan bacaan membuat sebagian masyarakat mengalami keterbatasan dalam keaksaraan. Pergeseran media yang dibaca juga menjadi masalah baru bagi masyarakat.

Dengan membaca, dituntut menghasilkan sebuah karya. Bila karya tercipta dalam bentuk tulisan, maka ini merupakan satu langkah kita untuk membuat fosil bagi masa depan dan legacy (warisan) bagi generasi selanjutnya.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Apa Reaksi Anda?

Download Aplikasi Budiwangi!

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Membaca Buku Dalam Genggaman.

Download Aplikasi Budiwangi!

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Membaca Buku Dalam Genggaman.