Katalog Naskah Kuno Banyuwangi dan Lontar Hadis Dagang Menjadi Kado istimewa DISPUSIP untuk HARJABA Ke-250 Th.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Katalog Naskah Kuno Banyuwangi dan Lontar Hadis Dagang Menjadi Kado istimewa DISPUSIP untuk HARJABA Ke-250 Th.

Banyuwangi—Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Banyuwangi mempersembahkan Katalog Naskah Kuno Banyuwangi dan Lontar Hadis Dagang sebagai  kado istimewa untuk Hari Jadi Banyuwangi  (Harjaba) yang ke-250 th tepat pada 18 Desember 2021.

Buku yang baru saja terbit ini sebagai penanda bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah melakukan upaya penting yang sinergis dalam memajukan kebudayaan daerah. Naskah kuno yang merupakan warisan masa lalu yang tak hanya menyimpan informasi penting dari masa silam, namun juga menjadi bagian dari laku kebudayan sebagai bagian integral dari entitas kebangsaan.

Katalog Naskah Kuno Banyuwangi dan lontar Hadis Dagang merupakan buku terbitan Dispusip dengan menggandeng Penulis sekaligus transleter dan penerjemah Naskah Kuno, Wiwin Indiarti dan Anasrullah. Keduanya kerap berkolaborasi dalam merampungkan buku-buku tentang Banyuwangi seperti Babad Tawangalun terbitan Perpustakaan Nasional RI tahun 2019,  Lontar Sri Tanjung terbitan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi tahun 2020 dan Lontar Yusup yang tradisi mocoannya (Mocoan Lontar Yusup) telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2019.

Katalog Naskah Kuno Banyuwangi menyajikan himpunan hasil identifikasi naskah-naskah kuno yang ada di Banyuwangi. Dengan disusunnya katalog dimaksudkan untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang ragam, isi, sejarah dan semua hal yang terkandung di  dalamnya. Terbitnya buku ini merupakan sumbangsih penting untuk menelisik lebih jauh terkait sejarah, budaya dan literasi Banyuwangi di masa lalu sebagai sebuah warisan budaya yang amat bernilai.

Sedangkan Lontar Hadis Dagang mengisahkan perjalanan dagang Nabi Muhammad SAW.  yang dianggit dalam untaian tembang, merentangkan kisah peneguhan iman akan kemuliaan dan keagungan Tuhan. Naskah yang masih hidup dalam tradisi lisan ritual pelantunan tembang di Banyuwangi ini telah disajikan dalam bentuk transliterasi dan terjemahan sehingga menarik untuk memantik kajian terkait sejarah, seni, budaya, tradisi dan sistem kepercayaan masyarakat lokal.

Kedua buku ini telah mendapat apresiasi dari orang-orang hebat seperti Dr. Dick van der Mejj seorang Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA) dari Hamburg University, Prof. Dr Oman Fathurahman, M.Hum. seorang Guru Besar filologi Islam FAH UIN syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. seorang guru Besar Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, Kiai Sunandi Zubaidi pengasuh PP. Al-Kalam Badean Blimbingsari/ Katib Syuriyah PCNU Banyuwangi dan Hasan Basri sebagai Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB).

Dengan terbitnya kedua buku ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi berharap akan menjadi pintu pembuka bagi peneliti yang ingin menyibak tabir tentang Banyuwangi.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Apa Reaksi Anda?

Download Aplikasi Budiwangi!

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Membaca Buku Dalam Genggaman.

Download Aplikasi Budiwangi!

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Membaca Buku Dalam Genggaman.