Penyusunan dan Penerapan SOP Penggunaan Arsip Tertutup akan dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Penyusunan dan Penerapan SOP Penggunaan Arsip Tertutup akan dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi

Banyuwangi – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi menerima kunjungan kerja dari Bidang Pengembangan Sumber Daya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Kamis, (18/3).

Kunjungan kerja ini dilaksanakan dalam rangka penyusunan dan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penggunaan Arsip yang Bersifat Tertutup. Dalam kunjungan ini Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya, Dra. Setyo Rahayu P, M.Pd dan Tim diterima oleh Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpsutakaan dan Kearsipan Banyuwangi, Drs. Gani Fianto, M.Si di Depo Arsip Jalan KH. Agus Salim 85 Banyuwangi.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan Tim Provinsi Jawa Timur dan Bidang Kearsipan Kabupaten Banyuwangi. Dalam kunjungan kerja ini dilakukan diskusi bersama membahas penyusunan dan penerapan SOP penggunaan arsip yang bersifat tertutup yang ada di Kabupaten Banyuwangi.  SOP ini bertujuan mendukung terlaksananya layanan penggunaan arsip tertutup di lingkup Lembaga Kearsipan Daerah Kabupaten Banyuwangi sehingga dapat mewujudkan akses arsip tertutup yang mudah bagi masyarakat, lembaga, atau organisasi melalui mekanisme dan prosedur yang benar sesuai dengan SOP.

Setyo Rahayu menjelaskan ”penyusunan dan penerapan SOP penggunaan arsip yang bersifat tertutup sangat penting karena dapat dijadikan dasar bagi lembaga Kearsipan baik pusat maupun daerah untuk melaksanakan layanan penggunaan arsip yang bersifat tertutup sehingga dapat menjadi tolak ukur kesesuaian kegiatan layanan kearsipan dengan norma, standar, peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan”.

Lebih lanjut, Setyo Rahyu  menambahkan bahwa ”kegiatan kunjungan kerja ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan pemahaman bagi Lembaga Kearsipan Daerah untuk segera menyusun SOP Penggunaan Arsip Tertutup sehingga dapat mendukung dan mewujudkan layanan kearsipan khususnya bagi arsip tertutup yang mudah dan sesuai dengan kaidah kearsipan”.

Untuk diketahui bahwa arsip yang bersifat tertutup merupakan arsip dengan kondisi akses fisik dan informasi yang terbatas bagi pihak lain karena adanya pertimbangan proses, kepentingan Lembaga, organisasi kepentingan nasional dan kepentingan hukum sehingga diharuskan untuk dijaga kerahasiaannya. Akses arsip dapat terbatas atau tertutup dikarenakan beberapa hal, yaitu untuk melindungi kepentingan negara atau negara lain, melindungi masyarakat dan negara dari konflik yang dapat ditimbulkan, dan melindungi kepentingan perseorangan dengan menjaga hak-hak pribadi.

Pembatasan akses arsip bagi publik meliputi arsip-arsip surat yang menurut sifatnya dirahasiakan, arsip yang dapat mengungkapkan rahasia pribadi seperti riwayat dan kondisi anggota keluarga, arsip yang dapat merugikan ketahanan ekonomi nasional yang jika dibuka akan membahayakan seperti arsip mengenai rencana awal pembelian dan penjualan mata uang asing, saham dan aset vital milik negara, arsip mengenai sengketa batas wilayah daerah dan negara dan masih banyak lainnya.

Arsip yang bersifat tertutup dapat dinyatakan terbuka oleh Kepala Lembaga Kearsipan sesuai dengan lingkup kewenangannya setelah melewati masa penyimpanan selama 25 tahun, namun juga dapat dinyatakan terbuka sebelum masa penyimpanan selama 25 tahun sebagaimana diatur dalam lampiran Peraturan Kepala Arsip Nasional (ANRI) Nomor 28 tahun 2011 mengenai Pedoman dan Akses Layanan Arsip Statis.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Apa Reaksi Anda?

Download Aplikasi Budiwangi!

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Membaca Buku Dalam Genggaman.

Download Aplikasi Budiwangi!

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Membaca Buku Dalam Genggaman.