Kantor Perpustakaan Banyuwangi Segera Terapkan Digital Library

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Kantor Perpustakaan Banyuwangi Segera Terapkan Digital Library

BANYUWANGI – Dalam waktu dekat, Kantor Perpustakaan, Arsip dan  Dokumentasi (KPAD) Kabupaten Banyuwangi akan segera menerapkan konsep digital library (digilib). Hal itu diungkapkan Kepala KPAD, Riyanti Ananta.

Riyanti mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah berkeinginan sejak lama untuk mewujudkan digilib tersebut. Hanya saja karena belum mendapatkan formula yang tepat, pihaknya terus mencari benchmark, hingga akhirnya menemukan seperti yang diinginkan pada KPAD Kota Pekalongan. “Beberapa waktu lalu kami studi banding ke KPAD Kota Pekalongan untuk menimba ilmu bagaimana mewujudkan digilib ini. KPAD Kota Pekalongan, jelas Riyanti, telah mampu menerapkan digilib bekerjasama dengan Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII – LIPI).

Dengan penerapan digilib, Riyanti berharap, masyarakat akan mudah memperoleh akses informasi bacaan secara online, mulai dari buku-buku konten lokal, pariwisata, hingga  buku-buku referensi lainnya.Bahkan, nantinya, ujar Riyanti, tak hanya buku-buku jenis itu saja yang bisa diakses. Namun arsip-arsip juga bisa dialihmediakan agar dapat diakses dan bermanfaat bagi masyarakat Banyuwangi.

Keinginan untuk menjadikan perpustakaan yang sebelumnya berkonsep perpustakaan konvensional menjadi berkonsep digilib ini berawal dari keprihatinan atas kurangnya minat baca masyarakat Banyuwangi. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, Riyanti berencana akan menjalin kerjasama dengan PDII – LIPI. “Kami berharap, terobosan ini akan membuat masyarakat Banyuwangi menjadi gemar membaca. Apalagi, dengan  aplikasi buku tiga dimensi memungkinkan pengakses digilib untuk membaca buku di layar komputer (e-book) seperti halnya membaca buku dalam bentuk aslinya. Karena tiap-tiap halaman  dapat dibuka dan dibalik seperti tampilan buku konvensional,” urai Riyanti.

Uniknya, bagi pengakses digilib yang kesulitan mendapatkan buku yang diinginkannya, dirinya bisa di-link-kan langsung dengan perpustakaan di kota lain yang juga menerapkan sistem digilib, untuk mencari buku sesuai kebutuhannya. Meski demikian, kata Riyanti, pihaknya juga tetap akan menyediakan buku-buku dalam bentuk fisik, sehingga masyarakat yang tidak bisa menggunakan teknologi tetap bisa membaca.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Apa Reaksi Anda?

Download Aplikasi Budiwangi!

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Membaca Buku Dalam Genggaman.

Download Aplikasi Budiwangi!

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Membaca Buku Dalam Genggaman.