Serah Simpan Lontar Sri Tanjung kepada Perpustakan Provinsi Jawa Timur

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Serah Simpan Lontar Sri Tanjung kepada Perpustakan Provinsi Jawa Timur

Surabaya – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi menyerahkan dua eksemplar buku dengan judul Lontar Sri Tanjung : kidung kuno ujung timur Jawa, kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur (07/04/2021).

Dalam memenuhi amanat Undang-Undang Republik Indonesia nomor 13 tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak Dan Karya Rekam, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi menyerahkan hasil terbitan perdananya kepada Perpustakaan Umum Provinsi Jawa Timur. Buku Lontar Sri Tanjung : kidung kuno ujung timur Jawa tersebut diserahkan oleh Yusup Khoiri, Pustakawan Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Banyuwangi kepada Kepala Seksi Deposit, Soesilowati, S.Sos., MM di sela-sela kegiatan Persiapan Dini Telaah Budaya Jawa Timur di Gedung Graha Pustaka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur.

Amanat UU 13/2018 tersebut tercantum dalam pasal 4 ayat (1) yang menyebutkan bahwa Setiap Penerbit wajib menyerahkan 2 (dua) eksemplar dari setiap judul Karya Cetak kepada Perpustakaan Nasional dan 1 (satu) eksemplar kepada Perpustakaan Provinsi tempat domisili Penerbit. Ini merupakan wujud dari kepedulian negara dalam rangka mewujudkan tujuan negara untuk melindungi segenap bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sehingga negara berkewajiban melindungi seluruh aset budaya bangsa yang terdokumentasi dalam karya cetak dan karya rekam yang bernilai intelektual dan/atau artistik sebagai hasil karya bangsa Indonesia.

”Sebagai salah satu entitas penerbit dari Instansi Pemerintah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi berkewajiban menyerahkan hasil karya cetaknya kepada Perpustakaan Nasional dan Perpustakaan Umum Provinsi Jawa Timur”, ungkap Yusup. Lebih lanjut dijelaskan bahwa sesuai diktum menimbang pada UU 13/2018 tersebut, “Karya cetak dan karya rekayang merupakan hasil budaya bangsa memiliki peran penting sebagai salah satu tolok ukur kemajuan intelektual bangsa, referensi dalam bidang pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penelitian dan penyebaran informasi, dan pelestarian kebudayaan nasional, serta merupakan alat telusur terhadap catatan sejarah, jejak perubahan, dan perkembangan bangsa untuk pembangunan dan kepentingan nasional” imbuhnya.

Atas penyerahan Karya Cetak ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Jimur menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi. “Saya atas nama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur menyampaikan ucapan terima kasih atas penyerahan karya  ini dan atas kepeduliannya untuk melestarikan khazanah budaya lokal yang ada di Banyuwangi” ungkap Soesilowati.

Buku Lontar Sri Tanjung : kidung kuno ujung timur Jawa ini merupakan terbitan pertama oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi yang ber ISBN. Karya ini merupakan hasil tulisan dan terjemahan oleh dua Pengarang Banyuwangi,  Wiwin Indiarti dan Anasrullah yang merupakan pasangan suami istri dengan banyak karya buku yang telah dihasilkan.

Untuk diketahui bahwa SRI TANJUNG, sebuah puisi lirik Jawa Kuno, merentangkan romansa percintaan yang diliputi pertemuan, intrik, kemalangan, kisah penyucian jiwa, perjumpaan kembali, dan kebahagiaan. Kisah ini tidak hanya tertera dalam manuskrip, namun ia mewujud dalam bentuk pahatan relief, menjadi legenda etiologis, dan pernah hidup dalam ritual pelantunan tembang di ujung timur Jawa. Sri Tanjung adalah kidung kuno yang cukup populer pada masanya. Hal ini terbukti dari banyaknya korpus manuskrip Sri Tanjung yang tersimpan di berbagai lembaga penyimpanan naskah, baik di dalam maupun di luar negeri. Sebagai warisan kekayaan khazanah naskah kuno, Sri Tanjung menjadi salah satu sumber toponim (asal-usul penamaan tempat) Banyuwangi. Manuskrip ini tidak hanya bermakna secara tekstual namun juga penting secara kontekstual berkaitan dengan sejarah kebudayaan di ujung timur Jawa. Buku ini merupakan hasil transliterasi dan terjemahan manuskrip Sri Tanjung beraksara Pegon.

Untuk mendapatkan informasi dari buku tersebut, bisa dibaca pada https://ebook.banyuwangikab.go.id atau langsung pada layanan Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Banyuwangi, Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 43 Banyuwangi.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Apa Reaksi Anda?

Download Aplikasi Budiwangi!

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Membaca Buku Dalam Genggaman.

Download Aplikasi Budiwangi!

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Membaca Buku Dalam Genggaman.