Wujudkan Efektifitas Dan Efesiensi Manajemen Arsip, Pemkab Banyuwangi Selenggarakan Bimtek Penyusunan JRA

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Wujudkan Efektifitas Dan Efesiensi Manajemen Arsip, Pemkab Banyuwangi Selenggarakan Bimtek Penyusunan JRA

 

Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA), Senin (14/03/2022)

Bimtek Penyusunan JRA merupakan kegiatan penting untuk mewujudkan manajemen arsip yang lebih efektif dan efisien. Rudi Anton, SH., MH sebagai Direktur Kearsipan Daerah 1, Direktur Kearsipan Daerah 2 dan Arsiparis Ahli Madya Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) hadir untuk membimbing akselerasi terpenuhinya instrument pengelolaan arsip dinamis khususnya untuk penyusunan Jadwal Retensi Arsip .

Bimtek yang akan berlangsung selama dua hari sejak senin-selasa pada 14-15 Maret 2022 di Hotel Luminor Banyuwangi ini dibuka oleh Bupati Banyuwangi yang diwakili Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Arief Setiawan. Pembukaan Bimtek terselenggara di Pendopo Sabha Swagata Blambangan dengan dihadiri seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Banyuwangi.

Dalam pidatonya, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat ini menyampaikan agar kita mengubah pandangan akan pentingnya arsip. Membuang jauh sikap abai terhadapa arsip, sehingga kita akan lebih memberi perhatian pada pengelolaan arsip.

Kendala lain yang menjadi permasalahan dalam urusan kearsipan dimasing-masing SKPD yakni tidak ada anggaran dana khusus dalam pengelolaan kearsipan. Akan tetapi Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat tetap berharap agar kita mempunyai ketetapan hati dan meningkatkan konsistensi dalam mengelola arsip dimasing-masing SKPD.

Harapan lain dari Arief yakni merajut harmoni yang merupakan salah satu unsur dari Banyuwangi Rebound.  Dalam hal ini adalah untuk saling bersinergi antar SKPD untuk meningkatkan penglolaan arsip. Sehingga bisa bersama-sama dalam menyelamatkan arsip daerah dan mewujudkan tertib arsip.

Zen Kostolani, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi menyampaikan beberapa dasar pelaksanaan kegiatan Bimtek JRA ini, diantaranya Undang-Undang UU Nomor 43 2009 tentang Jadwal Retensi Arssip, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia pp 28 tahun 2012 tentang  Tentang. Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009, dan Peraturan Daerah Jawa timur Nomor 4 tahun 2015 tentang penyelenggaraan kearsipan, Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 2 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan kearsipan, Dokumen Pelaksanaan Anggaran. Dengan ini jelas bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pembinaan dan pendampingan serta media informasi dalam kegiatan pengelolaan arsip di Kabupaten Banyuwangi.

Selain itu, Zen juga menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan bimtek ini adalah untuk meningkatkan pengelolaan arsip agar tercipta tertib arsip dan setiap pemerintah daerah harus memiliki jadwal retensi arsip. Tujuan lain yakni membantu percepatan penetapan jadwal retensi arsip pada masing-masing pencipta arsip serta mewujudkan kepastian hukum terhadap pengelolaan arsip secara nasional karena bentuk jenis arsip atau informasi yang sama atau sederajat sudah mempunyai retensi yang sama. dengan terselenggaranya kegiatan ini diharapkan setiap instansi pemerintah dalam hal ini SKPD menyusun Jadwal Retensi Arsip untuk penyelamatan arsip-arsip daerah.

Rudi Anton sebagai Direktur Kearsipan Daerah 1 dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sebuah arsip. Arsip merupakan barang bukti. Beberapa contoh yakni, arsip sebagai barang bukti untuk menunjukkan sebuah kebenaran, konteks dalam hal ini adalah  hukum. Arsip juga berperan penting dalam membuktikan sebuah legalitas seperti legalitas wilayah. Dengan arsip akan memberikan kekuatan hak milik. Contoh lainnya adalah arsip yang dihasilkan oleh Pemerintah yang dicontohkan banyak kasus Pemerintah Daerah yang kalah di persidangan karena bukti dokumennya sangat minim. Hal ini membuktikan betapa pentingnya sebuah arsip hingga harus dikelola dengan baik.

Jadwal retensi arsip merupakan dasar dalam penyusutan arsip secara terstruktur. dengan ini mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan arsip. Selain itu, JRA juga bertujuan untuk menyelamatkan arsip-arsip pemerintah kabupaten banyuwangi yang dinilai vital.

Tak hanya itu, Rudi juga memberikan beberapa usulan. Baginya, Bidang Kearsipan banyuwangi harus melakukan pengorganisasian arsip yang terukur. Usulan selanjutnya yakni, menyiapkan dengan  8 instrumen kearsipan, pengelolaan arsip SKPD, dan Srikandi dalam menghadapi arsip tekstual yang belum tertangani, dan arsip berbasis elektronik sebagai akibat dari sistem pemerintahan berbasis elektronik.

Rudi berharap kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi untuk meningkatkan nilai pengawasan arsip Banyuwangi pada tahun depan. Dengan ini, Bidang Kearsipan harus segera menyusun JRA, tata naskah dinas, klasifikasi arsip, pedoman pengelolaan arsip vital, pedoman pengelolaan arsip dinamis, pedoman penyusutan arsip, SKKAD, dan pedoman pengelolaan arsip dinamis.

Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan sebagai pemicu dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya arsip, pengelolaan arsip di tingkat SKPD dan mewujudkan peningkatan tata kelola arsip yang lebih tertib melalui penyusunan Jadwal Retensi Arsip pada setiap SKPD di Kabupaten Banyuwangi.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Apa Reaksi Anda?

Download Aplikasi Budiwangi!

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Membaca Buku Dalam Genggaman.

Download Aplikasi Budiwangi!

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Membaca Buku Dalam Genggaman.